Dinilai Terlalu Banyak, Jokowi akan Tinjau Ulang Status 30 Bandara International di RI

image

PropertiNews.id, Tangerang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan banyaknya bandara International yang ada di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia dinilai terlalu banyak karena memiliki 30 bandara international. Jokowi pun menyatakan akan meninjau kembali status dari 30 bandara tersebut. Menurutnya, Indonesia hanya memerlukan sekitar empat bandara international yang dapat berperan sebagai pusat lalu lintas udara.

Hal tesebut ditemukan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas dengan topik pembahasan penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor aviasi dan pariwisata.

“Saya melihat bahwa airline hub yang kita miliki terlalu banyak dan tidak merata. Jadi, ini agar kita lihat lagi. Saat ini terdapat 30 bandara international, apakah diperlukan sebanyak ini?” kata Jokowi saat meminpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference.

Baca Juga : Hingga Awal Agustus, Penyaluran Dana Subsidi FLPP Capai Rp7,9 T

Jokowi menambahkan, menurutnya 90 persen lalu lintas penerbangan hanya terpusat di empat bandara international saja. Negara-negara lain juga tidak memiliki bandara internaational sebanyak Indonesia.

Sementara saat ini ada delapan bandara international yang berpotensi menjadi hub dan super hub yakni Bandara Ngurah Rai di Bali, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Kualanamu di Sumatera Utara, Bandaya Yogyakarta di DIY, Balikpapan di Kalimantan Timur, Hasanuddin di Sulawesi Selatan, Sam Ratulangi di Sulawesi Utara, dan Juanda di Jawa Timur.

Langkah tersebut diambil pemerintah agar terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata, pengelolaan ekosistem pariwisata, dan pendukungnya, termasuk penerbangan. Hal itu harus didesain berdasarkan manajemen yang lebih terintegrasi dan lebih terkonsolidasi dari hulu sampai ke hilir. (ZH)

Bagikan Artikel ini:

PropertiNews.id

PropertiNews.id adalah sebuah portal media online yang menyajikan informasi seputar dunia properti mulai dari berita terkini hingga tips inspiratif

Newsletter

Subscribe to our latest news to be updated, we promise not to spam!

Babysitter logo