Kondisi Ekonomi Sedang Tidak Stabil, Menteri PUPR Tunda Kenaikan Tarif Tol

image

PropertiNews.id, Tangerang – Meluasnya wabah virus COVID-19 atau virus Corona di sejumlah negara termasuk Indonesia, membuat perekonomian tidak stabil. Oleh sebab itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memutuskan untuk menunda kenaikan tarif sejumlah ruas tol.

“Saya kira ini masih kondisi ekonominya juga lagi enggak normal, jadi jangan di-treat sebagai kondisi normal. Kalaupun sudah waktunya (tarif tol) naik, saya akan hold dulu” kata Menteri Basuki.

Bank Indonesia (BI) saat ini telah merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi lebih rendah, yaitu pada kisaran 5,0 persen dari sebelumnya 5,1 persen-5,5 persen. Basuki menambahkan, kondisi tersebut harus dianggap sebagai kondisi yang tidak normal, sehingga tarif tol yang seharusnya dilakukan penyesuaian pun harus ditunda.

Baca Juga : Pemerintah Ingin Ibu Kota Baru Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Sebelumnya, tiga ruas tol yakni ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa sepanjang 34,4 kilometer, ruas Surabaya-Gempol sepajang 45 kilometer, dan ruas tol Palimanan-Kanci sepanjang 26 kilometer, diusulkan oleh PT Jasa Marga (Persero) ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR untuk menyesuaikan tarif ketiganya dalam waktu dekat.

Penyesuaian tarif ini memang seharusnya dilakukan pada setiap periode waktunya, baik di tahun ganjil maupun tahun genap. Penyesuaian tarif ruas tol terjadi salah satunya seiring dengan inflasi. (ZH)

Bagikan Artikel ini:

PropertiNews.id

PropertiNews.id adalah sebuah portal media online yang menyajikan informasi seputar dunia properti mulai dari berita terkini hingga tips inspiratif

Newsletter

Subscribe to our latest news to be updated, we promise not to spam!

Babysitter logo